System Crasher (2019): Label Sosial yang Menciptakan Anak-anak Bermasalah

1
124
System Crasher,
Gambar: KinoCheck (Youtube)
  • Peringatan. Tulisan ini mengandung spoiler. Tidak disarankan untuk anda yang belum menonton filmnya.

System Crasher (2019) adalah judul internasional dari film dengan judul asli Systemsprenger. Bercerita tentang bagaimana label sosial menciptakan anak-anak bermasalah dalam masyarakat.

Sutradaranya adalah perempuan asal Jerman, Nora Fingscheidt. Pada Berlin International Film Festival 2019 film ini menyabet 2 penghargaan dari 4 nominasi. Penulis dan sutradara melakukan penelitian besar pada sistem perawatan anak di Jerman. Tentang sistem crash label untuk anak-anak yang terpental dari rumah ke rumah dan umumnya jatuh melalui celah-celah sistem pola asuh orangtua di Jerman.

Plot

System Crasher diperankan oleh Helena Zengel sebagai Benni. Usianya masih sembilan tahun, dan jadi sandera dari impulsifitas dan kemarahan yang membara. Istilah system crasher tampaknya digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang tidak terkendali. Perilaku kemarahan yang tak mampu dikendalikan karena pertingkaian orangtua. Benni memiliki kepribadian yang menyimpang, haus akan cinta, dan keamanan.

Perilaku Benni sangat antisosial. Dia tidak dapat ditampung karena terlalu muda untuk mengikuti program perawatan terbatas, dan di saat yang sama terlalu keras untuk tetap berada di tempat pengasuhan atau rumah singgah dalam waktu lama.

Baca juga: We Are The Wave adalah Serial untuk Kamu, Remaja yang Benci Fasis dan Nazi

Trauma pada anak usia dini menyisakan luka. Selama di rumah perawatan dan fasilitas psikiatrik, trauma Benni tampaknya hanya semakin dalam dan parah. Rasa lapar akan cinta menguat seiring penolakan. Dia sering mengancam dengan pisau roti atau melempar kursi.

Perilaku tak terkendali Benni berasal dari keinginan untuk kembali ke rumah dan hidup bersama ibunya. Namun, Bianca (Lisa Hagmeister) sendiri takut dengan anaknya yang liar dan kasar. Benni beberapa kali kedapatan. Berusaha menyakiti ibu dan adiknya, karena dimasukkan ke pusat perawatan kesehatan mental anak-yang dikelola oleh dinas perlindungan anak setempat.

Anjing lewat yang menggonggonginya dapat memicu respon kasar dan kemarahan Benni. Dia melampiaskan amarah dengan mengutuk dan melempar batu ke anjing itu. Ketika keinginannya ditentang oleh temannya, dia menyerang dan menunjukkan betapa berbahayanya dirinya. Kemarahan Benni seringkali ditujukan kepada teman-teman sekolah dan orang disekitarnya.

Ny. Banafe (Gabriela Maria Schmeide) pengasuh dari layanan dinas perlindungan anak berusaha sekuat tenaga untuk membuat Benni menjadi lebih baik. Ia meminta seorang Anti Gewalt Trainer (Pelatih Manajemen Emosi) bernama Micha (Albrecht Schuch) mendampingi Benni selama di sekolah. Hubungan Benni dengan pengasuh muda yang tidak masuk akal tersebut tampaknya menawarkan secercah harapan untuknya.

Micha yang biasanya bekerja dengan remaja bermasalah, bertugas mengantar Benni ke sekolah tiap hari. Dia menawarkan tiga minggu perawatan pribadi di kabin terpencil di L√ľneberg Heath. Kegembiraan liar Benni saat mengisolasi diri bersama Micha dan amarah yang meledak-ledak Benni terasa menyakitkan untuk ditonton. Adegan ketika ia berteriak ditengah hutan memanggil ibunya, bikin dada sesak. Akankah Micha mampu mengendalikan Benni atau hal ini hanya akan menimbulkan masalah baru untuk Benni?

Tonton trailernya sekarang.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here