Sex Education (2019): Ketika Remaja Jadi Terapis Seks Bagi Sebayanya

1
267
Sex Education,
Gambar: Rotten Tomatoes (Youtube)
  • Peringatan. Tulisan ini mengandung spoiler. Tidak disarankan untuk anda yang belum menonton filmnya.

Bagaimana jika remaja yang canggung dan ambivalen menjadi terapis seks untuk teman-teman sebayanya? Sex Education adalah seri televisi yang diproduksi oleh Eleven Film, garapan Laurie Nunn. Musim pertama dimulai 11 januari 2019 dan telah memasuki musim kedua sejak 17 januari 2020 di Netflix.

Seksualitas masih tabu di masyarakat. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap pembahasannya sebagai hal memalukan. Padahal, seksualitas bukan hanya urusan kelamin dan hubungan seksual. Berbagai persoalan seperti pelecehan, hingga kekerasan seksual adalah imbas dari tabunya pembahasan tentang seksualitas. Sex Education menunjukkan model pendidikan seksual yang ideal lewat drama dan komedi.

Otis Milburn (Asa Butterfield) adalah siswa sekolah menengah yang bersahabat dengan Eric Effiong (Ncuti Gatwa). Eric adalah gay. Otis menyukai seorang siswi bernama Meave Wiley (Emma Mackey) yang punya minat baca tinggi sekaligus feminis.

Meave melihat peluang bisnis dari pengetahuan Otis yang dalam seputar seksualitas. Itu, dia dapatkan dari ibunya Dr. Jean Milburn (Gillian Anderson). Seorang terapis seksual profesional. Otis ditawari untuk memberi saran ke teman-teman sekolahnya seputar masalah hubungan dan juga seksualitas. Karena desakan Meave, Otis jadi terapis seks dadakan.

Baca juga: System Crasher (2019): Label Sosial yang Menciptakan Anak-anak Bermasalah

Dalam perannya sebagai terapis, Otis tidak hanya mengandalkan pengetahuan dari Ibunya. Dia juga mengamati sekolah dengan jeli, berikut kehidupan remaja yang mengisinya. Praktik terapi mereka laris. Memang banyak, remaja di sekolah itu yang punya masalah dalam urusan seksual dan segala remeh temehnya. Masalah dalam relasi romantis antar remaja, konflik identitas-orientasi seksual, urusan senggama, hingga persahabatan dan keluarga. Semua itu adalah bumbu yang hadir di sepanjang cerita.

Sebagai bocoran, musim kedua lebih menarik. Komposisi peran dan konflik untuk tiap karakter cukup seimbang. Meski Otis tetap berperan sebagai tokoh utama. Cerita dimulai dengan salah paham penularan klamidia. Pertengahan cerita penonton dikenalkan berbagai istilah. Mulai panseksual hingga segudang istilah lain. Sex Education mengungkap pada kita, kalau minimnya pengetahuan seksual bukan hanya urusan remaja. Orang dewasa seperti istri kepala sekolah Maureen Groff (Samantha Spiro) dan beberapa guru juga punya masalah yang sama. 

Sex Education mendobrak tabu. Konflik yang diangkat cukup relevan, bahkan untuk ukuran Indonesia. Isu-isu yang dibicarakan dalam seri ini cukup layak jadi bahan diskusi untuk lebih jauh memahami seksualitas. Jika kamu mengambil mata kuliah atau pelajaran soal seksualitas, tapi cara dosenmu mengajar bikin ngantuk-maka menjadikan seri ini sebagai panduan dasar adalah pilihan tepat. Jika kamu berpikir untuk melakukannya, selamat menonton. 

Tonton trailernya sekarang.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here