Sekilas tentang Nth Room, Kasus Eksploitasi Seksual yang Menginspirasi Extracurricular (2020)

3
92
nth room,
Gambar: The Swoon (Youtube)

Seri Extracurricular jadi momentum untuk membahas kejahatan remaja, Nth Room. CEO rumah produksi Studio 329, Yoon Shin Ae, menjelaskan Extracurricular sebagai drama yang mengangkat kisah gelap dunia remaja di Korea Selatan.

“Insiden itu sangat mengejutkan hingga membuat saya takut. Extracurricular bisa menjadi kesempatan membahas kenyataan yang tak nyaman ini. Sebagai kreator, saya merasa harus berurusan dengan masalah masyarakat lebih mendalam,” kata Yoon. 

Hal yang sama disampaikan sutradara Extracurricular, Kim Jin-min. Ia mengaku ingin mengangkat problema dan konsekuensi di balik pengambilan keputusan remaja.

“Tahun kedua SMA merupakan waktu di mana murid-murid mulai memikirkan masa depan, kehidupan, serta tanggung jawab setelah lulus. Namun, apakah baik atau buruk, semua belum jelas,” tutur si Sutradara.

Extracurricular menggambarkan kehidupan siswa SMA menghadapi konsekuensi yang tak dapat diubah karena keliru mengambil keputusan. Sekelompok anak muda itu terjebak dalam kejahatan berbahaya untuk menghasilkan uang.

***

Pertengahan Maret 2019, publik Korea Selatan heboh karena berita tentang Sexual Slavery Chat Room atau Nth Room. Dilansir dari CNN, Nth Room adalah grup obrolan yang mendistribusikan video ekploitasi dan kekerasan seksual. Terhitung, ada 74 perempuan telah diekploitasi dan 16 orang anak di bawah umur menjadi korban.

Polisi telah menangkap Cho Joo-bin yang secara anonim dikenal sebagai Baksa, operator Nth Room. Kepolisian Korea Selatan juga menangkap Kang Hoon. Remaja 18 tahun yang jadi kaki tangan Cho Joo-bin.

Polisi menunjukkan Kang Hoon ke publik, meski statusnya masih di bawah umur. Kang Hoon jadi anak di bawah umur pertama yang diperlihatkan ke publik dalam penanganan kasus. Dalam Nth Room, ia berperan sebagai orang yang menjebak sekaligus merekrut korban.

Baca juga: Extracurricular (2020): Sisi Gelap Kehidupan Remaja Korea

Dia mengatur keuntungan keuangan Nth Room. Kang Hoon menerima bayaran dalam bentuk uang kripto dari pelanggan. Menukarnya dengan uang tunai lalu diserahkan ke Cho Joo-bin.

Aktris Shin Se Kyung dan Bomi APINK pada September 2018 lalu jadi korban kamera tersembunyi. Cho Joo-bin diduga sebagai dalangnya. Saat itu Shin Se Kyung dan Bomi sedang syuting di Eropa untuk drama berjudul “Pocha Beyond Borders”.

Saat syuting, keduanya menemukan kamera tersembunyi dalam pengisi daya di kamar hotel mereka. Staf yang jadi tersangka divonis 1,5 tahun penjara. Ditambah masa percobaan selama 3 tahun dan 18 bulan. Cho Joo-bin rupanya bersekongkol dengan salah satu staf produksi drama. Menawarkan sejumlah uang kepada staf tersebut.

Cho Joo-bin alias Baksa mengoperasikan tiga chat room dengan biaya masuk yang berbeda-beda. Mulai 200.000 won atau setara dengan Rp2,6 juta hingga 1.500.000 won atau sekitar RP20 juta. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mencari dalang di balik berdirinya Nth Room.

Pelaku lain menyebutnya, God God. Diperkirakan, usianya masih 20 tahun. Polisi telah menangkap 128 tersangka. 18 di antaranya telah dijebloskan ke penjara.

Satu tersangka lain adalah pekerja kantoran berusia 40 tahun. Telah bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Yeongdongdaegyo, Sungai Han sekitar pukul 02:47 waktu setempat pada 27 Maret 2020.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here