The Midnight Gospel (2020): Mendengar Podcast dalam Animasi

2
62
The midnight gospel,
Gambar: Netflix (Youtube)

The Midnight Gospel amat brilian menggunakan podcast sebagai materi utama. Podcast memang medium yang populer dalam beberapa tahun belakangan. Medium yang pelan-pelan membunuh televisi. Ini seperti balas dendam. Mengingat pendahulu podcast, radio, dibunuh oleh televisi.

Internet memberi momentum. Konten-konten di internet tumbuh bagai jamur, musik, video, film, hingga podcast. Dalam tiga bulan belakangan, kita juga menyaksikan pertumbuhan film dan penayangan serial digital yang kian pesat.

Baca juga: Birds Of Prey (2020) dan Isu Emansipasi yang Setengah Hati

Fenomena ini tidak lepas dari kesuksesan Netflix. Sebagai platform yang menyiarkan seri dan film dari seluruh dunia. Pandemi Covid-19 adalah sesuatu bagi generasi saya. Keberadaan virus ini, membuat kebutuhan manusia akan hiburan semakin meningkat dalam situasi karantina. Kondisi inilah yang menopang kesusesan Netflix.

Banyak cara menghabiskan waktu di masa karantina. Kamu bisa memilih produktif dengan belajar hal baru, dari youtube dan mendengar podcast. Atau memilih untuk bersantai dan menikmati waktu maraton Netflix seharian penuh. Tapi, apakah kamu pernah berpikir melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan?

Plot

The Midnight Gospel merupakan serial animasi Netflix teranyar. Diproduksi oleh Duncan Trussel dan Pendleton Ward. Keduanya adalah kreator animasi ternama, Adventure Time. The Midnight Gospel adalah paduan animasi sureal Pendleton dengan percakapan lucu dan penuh makna yang diambil dari podcast Trussell, Family Hour.

Seri ini bercerita mengenai kehidupan seorang spacecaster (Video podcaster luar angkasa) bernama Clancy Gilroy. Clancy, hidup di dimensi choromatic ribbon. Dia memiliki simulator multiverse yang digunakan untuk berkunjung ke berbagai dimensi menggunakan avatar yang berbeda-beda. Clancy punya tujuan mengeksplorasi dunia yang ia kunjungi.

Clancy juga mencari narasumber untuk spacecast-nya. Wawancara yang dilakukan oleh Clancy ke para narasumber merupakan wawancara asli. Diambil dari podcast Duncan Trusell. 

Ulasan

Elemen unik The Midnight Gospel adalah eksperimen rintisan. Namun, plot ceritanya tetap dapat dinikmati. Memang yang menjadi poin utama dari serial ini adalah perbincangan Clancy (Duncan) dengan pakar sebenarnya.

Narasumber pertama yang Clancy wawancarai adalah Presiden amerika di dimensi berbeda. Dimensi itu sedang mempertahankan diri dari serangan zombie. Suaranya diisi oleh Drew Pinsky. Pakar zat adiktif sekaligus tv personality di Amerika.

Selain disuguhi perbincangan menarik antara Clancy dengan si presiden. Kita juga terus melihat mereka berlari dari kejaran zombie. Mereka menaiki balon udara, hingga terinfeksi dan menjadi zombie.

Sureal dan Reflektif

The Midnight Gospel punya animasi yang unik, sureal, bahkan pada tahap tertentu dapat dikatakan bernuansa spiritual, jadi magnet bagi serial ini. Bahkan, jika kamu adalah penonton yang menyimak detail. Amatilah, dan kamu akan mendapati banyak referensi buddhisme dan DMT.

Hal ini mengikuti persona Duncan yang memang menyukai budhisme dan DMT. Topik yang memang sering dibicarakan dalam podcastnya. Sayangnya, format podcast cum animasi yang merupakan daya jual utama dari serial ini beresiko jadi pedang bermata dua.

Butuh fokus

Menontonnya butuh fokus tingkat tinggi untuk dinikmati secara utuh. Serial ini sulit diikuti jika bahasa ibu penontonnya bukan bahasa inggris. Saya sulit berkonsentrasi saat menonton serial ini.

Kita mesti melihat Clancy bergerak kesana-kemari untuk memahami plotnya. Di saat bersamaan, harus memasang telinga untuk menangkap perbincangan sepanjang cerita. Berbeda dengan serial konvensional yang menyesuaikan dialog dengan skrip.

Dalam serial ini, kita akan menonton dan mendengarkan dua hal yang rasanya tidak nyambung. Jika dalam layar kita menyaksikan presiden dan Clancy bertarung melawan zombie. Percakapan mereka justru soal legalisasi ganja.

Tetap segar dan menarik

The Midnight Gospel adalah serial yang segar. Konsep yang ditawarkan baru dan menarik. Namun, disisi lain menjadi serial yang sulit untuk dinikmati oleh semua orang. Jika kamu memang senang mendengarkan podcast, dan tertarik dengan animasi. Serial ini cocok untukmu.

Tapi, jika kamu hanya tertarik dengan tontonan yang tidak biasa, maka serial ini bukan masalah. Saya menyarankan kamu menonton satu episode saja. Setelah itu, baru putuskan ingin lanjut atau berhenti.

Tonton trailernya sekarang.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here