Menstruasi Bikin Film Menang Oscar, Itulah Period. End of Sentence (2018)

1
184
Menstruasi,
Gambar: Netflix (Youtube)

Menstruasi dan tabu

Menstruasi adalah pendarahan yang terjadi secara berkala di sekitar area vagina. Normalnya, menstruasi terjadi pada perempuan puber. Karena itu, membicarakan menstruasi harusnya jadi hal yang biasa bagi perempuan maupun laki-laki modern.

Pendidikan seksual semakin berkembang. Ada banyak ruang diskusi dan kamu bisa belajar dari film seperti Sex Education. Gerakan feminisme, juga makin militan mendobrak tabu agar perempuan bisa membicarakan hal krusial seperti menstruasi di ruang publik.

Itu adalah kondisi, yang sayangnya tidak kita temui di Desa Harpur. 60 kilometer di luar New Delhi dan terekam dalam dalam dokumenter yang berjudul Period. End of Sentence.

Period. End of Sentence

Period. End of Sentence adalah film garapan sutradara Rayka Zehtabchi. Ini adalah dokumenter yang merekam stigma menstruasi di Desa Harpur, dan menyorot The Pad Project (Program inisiasi dari para siswi SMA di California, untuk mendistribusikan keperluan sanitasi perempuan ke negara-negara berkembang). Film ini adalah peraih Oscar untuk kategori dokumenter terbaik.

Plot

Film ini dimulai dengan pertanyaan soal menstruasi kepada penduduk Harpur, laki-laki, perempuan dewasa, dan remaja. Ada ironi dalam reaksi serta jawaban mereka tentang menstruasi.

Adegan selanjutnya, kita diajak berkenalan dengan sosok Sneha. Remaja perempuan yang memilih tidak menikah dan berjuang untuk mimpinya jadi polisi. Sneha adalah perempuan pertama di Harpur yang berani mendobrak tabu soal perempuan pekerja di sektor formal.

Sneha menginspirasi para perempuan di desanya untuk melakukan hal yang sama demi kebebasan mereka. Dalam film berdurasi 26 menit ini, kita akan menyaksikan usaha para perempuan Harpur.

Berjuang untuk lebih paham dengan organ reproduksi masing-masing dan berlatih membuat pembalut dengan mesin yang murah dan bahan ramah lingkungan. Hal itu memberi dampak yang besar terhadap masyarakat dan perekonomian di Harpur.

Stigma Menstruasi

Di Harpur, menstruasi adalah aib yang harus disembunyikan rapat-rapat. Kurangnya pengetahuan, membuat perempuan dan laki-laki di Harpur menganggap menstruasi sebagai penyakit.

Saat datang bulan, para perempuan tidak diizinkan pergi beribadah ke kuil. Mereka dianggap kotor dan doa mereka tidak didengar oleh dewa saat menstruasi.

Harpur bukan satu-satunya. Period. End of Sentence menunjukkan bahwa tidak sedikit perempuan di India yang terpaksa berhenti sekolah setelah datang bulan pertamanya.

Karena masalah akses terhadap pembalut, para perempuan harus menampung darah dengan kain atau benda-benda dapur lainnya. Bagi anak-anak perempuan, itu adalah hal yang sulit dilakukan saat berada di sekolah.

Mereka harus pergi ke tempat yang jauh untuk mengganti kain demi menghindari ejekan teman-teman laki-laki. Harus berjalan jauh mengganti kain penampung, membuat para anak perempuan ini membenci menstruasi.

Perubahan besar

Apresiasi yang berdatangan, membuat para perempuan Harpur makin aktif membuat pembalut dan memproduksinya dalam jumlah besar. Mereka bahkan memberi merek sendiri pada pembalut mereka, Fly. Itu adalah simbol bagi para perempuan agar terbang tinggi menggapai impiannya.

Pembalut buatan Harpur, dijual ke perempuan di daerah sekitar dengan harga yang jauh lebih terjangkau dari merek pembalut lain.

Karena pembalut, istri yang bekerja mulai mendapat penghormatan dari para suami. Perempuan dan laki-laki tidak lagi merasa jijik dengan hal-hal yang berbau menstruasi. Mereka bahkan bekerjasama untuk memproduksi lebih banyak pembalut. Perubahan itu, membuat hati penonton macam saya jadi hangat.

Saya tidak tahu pasti apa yang membuat film ini menang Oscar. Secara sinematik, komposisi adegan, plot, ataupun musik, rasanya umum-umum saja untuk ukuran dokumenter (untuk menghindari pernyataan kalau film ini sebenarnya biasa saja). Jika ada hal yang menurut saya istimewa dari film ini, itu adalah kemampuan para kreatornya mengemas narasi besar dalam pembicaraan remeh menstruasi. 

Satu hal saya rasakan dengan pasti. Film ini memunculkan kebanggaan sebagai perempuan dalam diri saya. Kami tetap hidup dengan tabah selama berabad-abad melawan opresi patriarki. Itu membuat perempuan lebih layak dapat label superior ketimbang laki-laki. Seperti kutipan yang sangat saya sukai dari film ini. “Makhluk terkuat yang diciptakan Tuhan bukanlah singa, harimau, ataupun gajah. Makhluk tersebut adalah perempuan.”

Tonton filmnya sekarang.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here