Girl from Nowhere (2018): Karena Sesama Perempuan Harus Saling Bantu

2
291
Girl From Nowhere,
Gambar: GMM Grammy Official (Youtube)

Trivia

Girl From Nowhere adalah serial Thailand Produksi GMM 25 yang tayang di Netflix sejak tahun 2018. Mengusung genre drama, misteri, dan thriller. Ada 13 episode dengan durasi 45 menit-an tiap episode.

Plot

Karakter Nanno (Chicha Amatayakul) selalu jadi siswa pindahan. Serial ini menggunakan formula seri tanpa sekuensi seperti Black Mirror. Yang membedakan, adalah Girl From Nowhere konsisten menggunakan Nanno sebagai karakter utama untuk tiap cerita.

Baca juga: Menstruasi Bikin Film Menang Oscar, Itulah Period. End of Sentence (2018)

Tipe femme fatale yang dikelilingi misteri. Nanno punya kemampuan istimewa. Dia mengetahui rahasia tergelap tiap orang, mengeksposnya, lalu pergi. Di episode selanjutnya, Nanno sudah jadi siswa pindahan di sekolah lain. Melakukan hal sama seperti di sekolah sebelumnya, lalu pergi lagi. Terus seperti itu hingga seri ini berakhir. 

Girl From Nowhere membalikkan kenyataan pahit

Seperti dilansir dari Spikes Asia, Girl From Nowhere diadaptasi dari 13 peristiwa yang benar-benar terjadi. Semuanya tragedi dan korbannya adalah para siswi. Nanno meminjam posisi para korban. Membalikkannya jadi kisah balas dendam, di mana para korban jadi pemenang.

Sesama perempuan harus saling bantu

Beberapa episode dalam seri menunjukkan keberpihakan yang jelas pada isu perempuan. Di episode pertama, Nanno sukses mengekspos seorang guru pedofil sekaligus predator seksual yang diidolakan para siswi. Membantu salah satu korbannya yang mengalami KTD (Kehamilan tidak direncanakan) untuk melakukan aborsi.

Di episode kedua, Nanno jadi korban perkosaan yang terbunuh. Lalu bangkit dari kematian dan kembali ke sekolah seperti tidak terjadi apapun. Membuat para pelaku ketakutan, dan merencakan pembunuhan lain.

Baca juga: Fat Thor telah Meruntuhkan Maskulinitas dalam Avengers Endgame (2019)

Dalam kesempatan lain Nanno membantu seorang guru yang terkena waham setelah diselingkuhi oleh suaminya. Ada juga cerita soal hubungan romantis yang penuh toksifitas. Dan bisa kita tebak, yang dirugikan adalah perempuan.

Girl From Nowhere mungkin suram. Tapi begitulah kenyataan yang dialami oleh banyak perempuan. Wajar jika Spikes Asia menyebutnya sebagai serial pertama yang didukung oleh perempuan untuk memberdayakan perempuan.

Beberapa isu lebih universal

Meski disebut begitu, kreator seri ini sepertinya tidak puas hanya membicarakan isu perempuan saja. Ada sorotan ke beberapa isu yang lebih universal. Tentu saja, karena genrenya thriller, seri ini bisa sangat sureal.

Ada kalanya seri ini membicarakan soal penghambaan masyarakat atas status sosial. Membuat beberapa orang harus menipu diri sendiri dan orang sekitar. Demi mendapatkan hak istimewa yang melekat pada status sosial tertentu.

Baca juga: Tharntype (2019): Homofobik itu Gak Baik, Tonton ini Biar Kamu Ngerti

Atau soal ambisi yang kadang membutakan seseorang. Sampai akhirnya harus mengambil pilihan yang merugikan. Hingga isu soal citra tubuh yang kerap jadi siksaan. Bukan hanya untuk perempuan, laki-laki juga rentan.

Seri ini layak masuk daftar tontonanmu selagi merayakan kegabutan di masa pandemi. Terutama jika kamu perempuan. Menonton Girl from Nowhere bisa membuatmu lebih aware tentang kondisi perempuan dalam masyarakat. Dan mungkin pada titik tertentu, dapat menjadi suplemen untuk mengambil tindakan. Saatnya melawan balik, sebagai perempuan, dan sebagai kaum yang tertindas oleh sistem.

Tonton trailernya sekarang.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here