The Call (2013): Berdaya setelah Trauma

0
127
The Call,
Gambar: WWE (Youtube)

The Call (Trivia)

The Call adalah film Amerika bergenre kriminal, thriller, dan psikologi produksi tahun 2013. Tayang pertama kali dalam gelaran Women’s International Film Festival di teater Regal South Beach pada 26 Februari 2013. TriStar Pictures merilisnya ke bioskop pada 15 Maret 2013.

Plot

The Call dimulai dengan montase pemandangan kota di ruang kerja operator 911, Los Angeles. Unit yang menjawab panggilan darurat masyarakat, dari panggilan sembrono hingga kasus serius. Halle Berry memerankan Jordan, operator 911.

Jordan adalah pekerja terbaik di hive. Suatu hari, dia menerima panggilan darurat dari perempuan bernama Leah Templeton. Dia melaporkan soal pria misterius yang menerobos ke rumahnya. Jordan sigap menenangkan Leah dan memandu penyelamatan mandiri.

Baca juga: Fat Thor telah Meruntuhkan Maskulinitas dalam Avengers Endgame (2019)

Ketika situasi mulai terkendali, panggilan telepon Leah terputus. Keesokan harinya, Los Angeles geger karena berita penemuan mayat perempuan yang tidak lain adalah Leah. Jordan mengalami trauma setelah kejadian itu.

Meski tak ada yang menyalahkannya atas kematian Leah, Jordan terus menyalahkan dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti menjadi operator.

Materi sederhana dengan eksekusi maksimal

Dengan premis yang sederhana, tak banyak yang bisa diharapkan saat menonton film. Itu yang saya pikirkan pada awalnya. Fokus utama The Call adalah interaksi antara karakter Jordan Turner dan Casey Welson melalui saluran telepon untuk menyelamatkan diri dari penculikan pria misterius.

Baca juga: Menstruasi Bikin Film Menang Oscar, Itulah Period. End of Sentence (2018)

Brad Anderson, tanpa saya sangka, mampu mengolah premis sederhana itu jadi ketegangan intens sejak menit-menit pertama. Halle Berry dan Abigail Breslin juga memerankan karakter mereka dengan sangat baik.

Berry (Jordan) mampu menunjukkan situasi traumatis dari karakter yang dia perankan. Abigail Breslin yang memerankan Casey, sukses mentransfer rasa takut dan tak berdaya seorang korban penculikan. Dua aktris ini jadi kunci utama yang memaksimalkan eksekusi materi Brad Anderson. 

Akhir yang mengecewakan

Richard D’Ovidio menulis naskah yang lemah dan tak bisa diselamatkan. Akhir film sangat mengecawakan. Semua ketegangan intens yang dibangun sejak awal jadi sia-sia. Richard seperti mati akal saat menulis akhir The Call. Mungkin terpengaruh gagasan humanisme cemen, atau hanya gagal keluar dari gagasan misoginis kalau perempuan tak bisa kejam. Itu jadi celah yang merusak film ini.

Baca juga: Girl From Nowhere (2018): Karena Sesama Perempuan Harus Saling Bantu

Alih-alih menyerahkan si penculik Michael Foster ke polisi, atau menyiksanya sedikit demi sedikit untuk memberi pelajaran. Jordan dan Casey justru mengambil pilihan yang naif. Mengurung Foster di tempat persembunyiannya di bawah tanah. Itu akhir yang sungguh jauh dari klimaks. 

Meski begitu, film ini tetap layak ditonton. Ide soal relasi dua perempuan, satu trauma-satunya lagi korban penculikan adalah gagasan yang segar. Di tengah tontonan yang penuh heroisme laki-laki. Kisah perempuan yang jadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan sesama perempuan, adalah keperluan.

Tonton trailernya sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here