Tully (2018): Perjuangan Ibu dengan Gangguan Mental

2
65
Tully,
Gambar: Zero Media (Youtube)
  • Peringatan. Tulisan ini mengandung spoiler. Tidak disarankan untuk anda yang belum menonton filmnya.

Tully adalah film bergenre komedi-psikologi yang disutradarai oleh Jason Reitman dan ditulis oleh Diablo Cody. Film ini rilis pada tahun 2018 dan dibintangi oleh Charlize Theron (Marlo), Mackenzie Davis (Tully), Mark Duplass (Craig), dan Ron Livingston (Drew). Ini adalah kisah seorang ibu rumah tangga yang relate dengan kehidupan sehari-hari.

Tully diproduksi oleh Bron Studios, Right of Way Films, dan Denver and Delilah Productions. Dengan durasi 94 menit, film ini akan membuatmu sadar bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang kompleks dan tidaklah mudah.

Baca juga: Someone Great (2019): Patah Hati dan Menjadi Dewasa

Plot dan karakter pemain

Marlo adalah ibu rumah tangga yang sibuk mengurusi pekerjaan rumah dan keluarga. Kegiatan memasak, mengurusi rumah, dan anak sudah menjadi kesehariannya. Semua ia lakukan seorang diri dalam kondisi sedang hamil tua anak ketiga. Belum lagi perhatian ekstra yang harus diberikan pada Jonah, anak keduanya yang berkebutuhan khusus.

Suami Marlo bernama Drew. Drew adalah suami yang cenderung abai dalam urusan rumah tangga. Semua urusan rumah dan anak-anak ia limpahkan sepenuhnya kepada sang istri. Drew hanya sibuk bekerja dan menghibur diri sendiri di malam hari dengan bermain game. Meski demikian, ia terkadang tetap memperhatikan kebutuhan rumah tangganya.

Marlo seorang ibu super yang mandiri dan tidak suka mengeluh. Sejak kelahiran Mia anak ketiganya, ia harus begadang hingga pagi seorang diri. Meski lelah dan kurang tidur, Marlo menolak untuk mempekerjakan pengasuh anak yang disarankan oleh kakak kandungnya, Craig.  Namun, setelah pertimbangan panjang, ia akhirnya mempercayakan Tully sebagai pengasuh anak-anaknya.

Baca juga: Toxic Parents dalam Its Okay to Not Be Okay (2020)

Tully adalah gadis muda yang frontal, atraktif, dan eksentrik. Meski berpenampilan modis, ia memiliki sifat keibuan yang hangat dan selalu berinisiatif untuk membantu pekerjaan rumah. Sejak kedatangannya, kehidupan Marlo berubah dan penuh kejutan.

Akting dan ide cerita yang menarik

Theron memerankan karakter Marlo dengan sangat apik. Menurut saya ia berhasil membuat dialog dalam film seolah-olah menjadi cuplikan dikehidupan nyata. Ia menggambarkan seorang ibu muda yang memiliki anak dengan segudang pekerjaan rumah. Dialog yang digunakan pun sangat tajam tapi diselingi humor.

Film Tully memiliki intimasi dengan keseharian ibu rumah tangga. Detail filmnya akan membuat kita sadar bahwa menjadi seorang ibu tidaklah mudah. Tully adalah film yang cocok disaksikan oleh pasangan muda yang sedang berjuang membangun keluarga. Film ini akan membuatmu tersentuh dan berurai air mata saat menyaksikan setiap adegan yang mungkin relate dengan pengalaman pribadimu.

Plot twist dengan unsur psikologis yang kuat

Menurut saya, plot dalam film ini susah ditebak. Unsur-unsur kejutan film ini bisa menjadi rujukan diskusi psikologis. Adegan yang menurut saya paling menarik dalam film ini saat Marlo bersepeda dengan cepat di trotoar Brooklyn. Saat itulah puncak kejutan yang saya rasakan ketika tahu jika Tully hanyalah halusinasi Marlo.

Gejala halusinasi yang dialami Marlo adalah konflik utama dalam film Tully. Gejala ini umum terjadi pada kasus postpartum psychosis. Kasus ini jarang terjadi dan umumnya diderita oleh ibu yang memiliki gangguan mental sebelum hamil.

Baca juga: Konflik Kesehatan Mental dalam All the Bright Place (2020)

Tully adalah film yang akan membuatmu sadar akan pentingnya dukungan keluarga. Film ini juga wajib ditonton sebagai pengingat adanya gangguan mental pasca melahirkan seperti baby blues dan postpartum depression.

Di akhir cerita, Drew akhirnya mengetahui bahwa Marlo mengalami gangguan mental. Hal itu membuatnya lebih peka terhadap kondisi sang istri. Salah satu adegan yang membuat hati saya terenyuh saat Drew menemani sang istri menyiapkan makanan sebagai bentuk dukungannya.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here