Sexy Killers Masuk 5 Daftar Teratas Dokumenter Investigasi Versi F4T 2020

0
63
Sexy Killers,
Gambar: Watchdoc Image (Youtube)

Setelah mencuri perhatian publik dalam pemilihan umum 2019 lalu. Sexy Killers kembali mencuri perhatian juri dalam gelaran Films for Transparency (F4T) yang berlangsung di Korea Selatan tahun 2020 kemarin. Acara ini berlangsung dari 30 November hingga 5 Desember.

Penyelenggara acara ini adalah The International Anti-Corruption Conference Series (IACC) dan Transparency International. Didukung oleh dua mitra lain, Doc Society & Good Pitch. F4T sendiri dilaksanakan secara virtual.

Baca juga: System Crasher (2019): Label Sosial yang Menciptakan Anak-anak Bermasalah

Menurut Direktur sekaligus pendirinya, Roberto Perez-Rocha kepada GIJN. “Kali ini kami menjangkau lebih banyak pemirsa, banyak dari mereka tidak dapat melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Itu adalah cara untuk mendemokratisasi festival.”

Selain Indonesia beberapa negara juga ikut sebagai peserta festival. Mulai dari Meksiko, Rumania, Brasil, Cina, Kenya, Chechnya, Peru, hingga Amerika Serikat. Berikut ini kami sajikan 5 daftar teratas dokumenter investigasi dari katalog F4T.

Amazon, The New Minamata (Brasil)

plotcube
Gambar: Ocean Films

Diarahkan oleh Jorge Bodanzky. Dokumenter berdurasi 70 menit ini membandingkan kontaminasi merkuri antara Minamata, Jepang, dengan yang terjadi di Amazon, Brasil. Di sini, logam berat dalam proses penambangan emas seperti merkuri, mencemari wilayah masyarakat adat.

Di Amazon Brazil, tak boleh menambang di tanah adat. Namun tambang ilegal berlimpah. Dampaknya ke kondisi sosial dan ekonomi, termasuk ketidaksetaraan dan eksploitasi, dan membawa masalah kesehatan bagi beberapa kelompok paling rentan di Brasil. Sampai sekarang, dokumenter ini hanya tersedia melalui festival film secara daring.

Baca juga: Sekilas tentang Nth Room, Kasus Eksploitasi Seksual yang Menginspirasi Extracurricular (2020)

Collective (Rumania)

Ini adalah kisah beberapa jurnalis investigasi yang mengungkap kasus korupsi kesehatan publik. Kebakaran sebuah klub malam di ibu kota Rumania, Bukares berujung pada pengunduran diri perdana menteri Victor Ponta. Temuan para wartawan memicu gelombang kejutan di sekitar Rumania. Film ini disutradarai oleh Alexander Nanau.

Collective menerima Penghargaan Dokumenter Eropa pada Penghargaan Film Eropa edisi 2020. Itu juga diputar di Festival Film Sundance 2020, dan baru-baru ini masuk daftar Academy Awards Rumania untuk fitur internasional terbaik. Ini sangat relevan sekarang, karena COVID-19 menguji integritas sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia.

Tonton trailernya

Baca juga: 1980 dan Gwangju, Supir Taksi di Sempalan Sejarah

Radio Silence (Mexico)

Carmen Aristegui mendesak stasiun radio swasta tempatnya bekerja mempekerjakan kembali dua reporter investigasi yang dipecat. Stasiun tersebut memutuskan untuk melepaskannya. Aristegui terus melawan, dan ribuan pendengar mengikutinya saat dia mendirikan platform baru yang independen.

Film ini adalah gambaran sehari-hari yang intim tentang perjuangan untuk kebebasan pers di Meksiko. Namun perjuangannya sama bagi banyak reporter lain di tanah air. Disutradarai oleh Juliana Fangul, Radio Silence adalah dokumenter tentang salah satu jurnalis paling terpercaya.

Tonton trailernya

Baca juga: Kekerasan yang Mengintai Anak-anak dalam Silenced (2011)

Sexy Killers (Indonesia)

Dokumenter ini berkisah tentang gurita industri pertambangan batubara. Dampaknya yang merusak lingkungan, dan relasi para aktor dunia tambang dengan elit politik Indonesia. Ekosida yang terkait dengan penambangan batu bara telah meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di Kalimantan secara dramatis.

Film ini disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta. Awalnya ditayangkan secara terbatas untuk kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa sebelum diunggah di YouTube . Pada Januari 2021, Sexy Killers telah tayang lebih dari 35 juta kali.

Tonton filmnya

Baca juga: Sisi Gelap Para Pastor di Boston dalam Spotlight (2015)

Wood (Amerika Serikat, Rumania, Peru)

Film ini menyingkap kesamaan dalam pembalakan liar di Rusia, Rumania, dan Peru. Membuat penonton bertanya tentang harga kayu murah yang sebenarnya. Mengikuti penyidikan Alexander von Bismarck, direktur eksekutif Badan Investigasi Lingkungan yang berbasis di Washington, DC.

Menggunakan kamera tersembunyi, para kreator mendokumentasikan upaya tujuh tahun menyusup ke industri kayu ilegal. Mengungkap korupsi pemerintah dan perusahaan. Paduan antara jurnalisme investigasi dan spionase internasional. Wood disutradarai oleh Monica Lăzurean-Gorgan, Michaela Kirst, dan Ebba Sinzinger.

Tonton trailernya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here