Enola Holmes (2020): Dari Feminisme Hingga Sufragette

0
74
Enola Holmes,
Gambar: Netflix (Youtube)
  • Peringatan. Tulisan ini mengandung spoiler. Tidak disarankan untuk Anda yang belum menonton filmnya.

Enola Holmes adalah drama misteri produksi Amerika Serikat tahun 2020. Adaptasi dari novel Nancy Springer. Berkisah tentang saudari remaja dari detektif kondang Sherlock Holmes. Film ini disutradarai oleh Harry Bradbeer.

Dibintangi oleh Millie Bobby Brown dan Louis Partridge. Enola Holmes rilis di layanan streaming Netflix pada 23 September 2020. Film berdurasi 123 menit ini adalah tontonan detektif yang sarat pesan feminisme.

Baca juga: Girl from Nowhere (2018): Karena Sesama Perempuan Harus Saling Bantu

Plot

Enola Holmes adalah putri satu-satunya sekaligus bungsu dalam keluarga Holmes. Dia cerdas, jeli, berwawasan, dan menentang norma sosial. Semua yang melekat padanya sangat tidak normal untuk ukuran perempuan di masa itu.

Sang ibu, Eudoria, membesarkan Enola dengan beragam pengetahuan & keterampilan. Mulai dari catur hingga jujitsu. Membuat sang anak tumbuh dengan tekad yang kuat dan independen.

Di hari ulang tahun keenam belas, Enola terbangun dan mendapati ibunya telah hilang. Yang tersisa hanya sebuah kado. Dia bergegas ke stasiun kereta untuk menjemput kedua saudaranya yang berjanji akan datang, Mycroft dan Sherlock.

Baca juga: Menstruasi Bikin Film Menang Oscar, Itulah Period. End of Sentence (2018)

Sebagai wali resmi, Mycroft berniat mengirimnya ke sekolah berasrama milik Miss Harrison. Enola tertolong oleh bunga yang ditinggalkan ibunya. Sebuah pesan rahasia tersembunyi di sana.

Enola kabur dan menyamar sebagai pemuda. Di kereta, dia bertemu Viscount Tewkesbury muda. Seorang bangsawan yang bersembunyi di dalam tas jinjing. Mereka melompat dari kereta untuk melarikan diri. Di London, keduanya memutuskan untuk berpisah.

Dalam persembunyian, Enola terus melacak Eudoria. Dia menemukan pesan rahasia lain di iklan koran. Di sanalah, perjalanannya menemukan sang ibu dimulai.

Baca juga: Birds Of Prey (2020) dan Isu Emansipasi yang Setengah Hati

Dari feminisme hingga narasi ‘bebas gender’

Ada banyak pesan feminis dalam alur cerita Enola Holmes. Salah satunya, bisa kita kenali lewat cara Eudoria mengasuh Enola.

Saat anak-anak perempuan dalam seting zamannya mesti ikut sekolah kepribadian untuk belajar etika. Eudoria justru mengajari Enola berbagai cabang pengetahuan. Termasuk latihan fisik seperti olahraga tenis, bela diri, dan semua aktivitas yang berbau maskulin.

Ketika menghadapi sikap otoriter dan merendahkan dari sang kakak sulung, Mycroft. Enola dengan berani menentang keputusan itu.

Baca juga: Sisi Gelap Para Pastor di Boston dalam Spotlight (2015)

Dalam pelarian, semua ajaran ibunya sangat berguna dan membantunya bertahan hidup. Dia bahkan menolong Tewkesbury untuk mendapatkan kembali hak suaranya. Ini adalah bagian kunci yang mengakhiri krisis dari keseluruhan cerita.   

Selain pesan feminisme, androgini dan narasi ‘bebas gender’ juga jadi isu penting dalam film ini. Lihatlah betapa seringnya Enola menggunakan pakaian pria dalam berbagai penyamaran. Ini adalah permainan simbol yang sepertinya ingin bilang, “berhenti memberi kelamin pada semua hal yang kita kenakan”.

Mereproduksi Sufragette

Latar waktu film ini juga memilih Sufragette sebagai peristiwa besar yang menggerakkan narasi. Ini adalah gerakan yang dipelopori oleh Emmeline Pankhurst. Sufragette adalah gerakan yang memicu gelombang awal perlawanan perempuan dalam sejarah.

Tuntutan awalnya, adalah hak pilih untuk perempuan. Metodenya radikal. Dengan nuansa insureksi yang kental. Aksi pembakaran, pengrusakan properti, hingga pengemboman kantor pemerintahan tak segan mereka lakukan. Dalam film Enola Holmes, ibunya adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan.

Baca juga: Melihat Disney yang Berbeda di Mulan Live Action Movie (2020)

Seri Sherlock Holmes yang mengikuti cerita asli, memang menggunakan Sufragette sebagai latar ceritanya. Dalam serial produksi tahun 1955, gerakan ini muncul di episode 20 (The Case of the Careless Suffragette). Sedangkan yang garapan BBC di tahun 2016, memasukkan peristiwa ini ke episode khusus The Abominable Bride.

Saya merekomendasikan film ini sebagai tontonan wajib. Terutama bagi kaum perempuan. Di tengah riuh pembahasan dan percakapan soal feminisme yang makin ramai di media sosial. Enola Holmes adalah tontonan yang pas. Para kreatornya sukses mengemas isu berat dan peristiwa sejarah, jadi sebuah tontonan yang membuat kita berselera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here