The Miracle Worker (2000) dalam Cerita Helen Keller

0
233
The Miracle Worker,
Gambar: American Monarch Film Festival (Youtube)
  • Peringatan. Tulisan ini mengandung spoiler. Tidak disarankan untuk Anda yang belum menontonnya.

The Miracle Worker adalah film produksi Amerika Serikat arahan Nadia Tass. Diangkat dari autobiografi Helen Keller yang berjudul “The Story of My Life”. Tentang anak kecil yang terperangkap dalam dunia gelap dan sunyi. Meski telah rilis sejak 2000, film ini masih membekas dalam ingatan dan meninggalkan pesan sejuta makna.

Diperankan oleh Hallie Kate Eisenberg (Helen Keller), Alison Elliott (Anne Sullivan), Kate Greenhouse (Kate Keller), David Strathairn (Captain Keller), dan Lucas Black (James Keller).

Baca juga: Us and Them (2018), Cinta, Impian, & Tuntutan Dunia Orang Dewasa

Plot

The Miracle Worker dibuka dengan latar perkebunan tembakau. Lalu muncul anak kecil yang menyerang salah satu pekerja di tempat itu. Itulah Helen Keller.

Helen terlahir sebagai bayi sehat. Ia buta, tuli, dan bisu setelah jatuh sakit saat usianya 19 bulan. Ia tumbuh menjadi anak manja, liar, dan tidak patuh.

Sang ayah ingin mengirimnya ke Rumah Sakit Jiwa, tapi ibu Helen melarang. Ia lekas menghubungi Dr. Chosilm atas rekomendasi Evelyn. Saat itulah Anne Sullivan diutus jadi pengasuh sekaligus pengajar. Kisah mereka pun dimulai di sini.

Bagi keluarga, Helen adalah anak disabilitas yang harus dikasihani. Mereka mamaklumi semua ulahnya. Seperti saat memecahkan barang dan makan dari piring orang lain. Anne menentangnya. Ia khawatir cinta seperti itu justru akan jadi cacat yang lebih parah.

Baca juga: Benci Jadi Cinta dalam My Lecturer My Husband (2020)

Kedatangan Anne sedikit mengusik pihak keluarga. Ia keras dan kasar. Sangat kontras dengan ibu Helen yang lembut. Helen tertekan hingga membuat Anne hendak dipecat. Walau begitu, ia bersikeras bertahan karena Helen membutuhkannya.

Tak hanya perilaku, Anne juga melatihnya berkomunikasi. Ia menerapkan cara kerja ‘reward’ dan ‘punishment’. Ia tak segan menampar balik saat Helen melakukan hal serupa. Juga memberinya hadiah jika menurut.

D-O-L-L adalah ejaan pertama yang diajarkan melalui sandi tangan. Helen bisa menirunya tapi tak paham maksudnya. Cara itupun berjalan tidak mulus karena Helen kerap memberontak. Anne menjadi frustasi dan memikirkan trik agar Helen bisa fokus padanya.

Setelah bernegosiasi, Anne membawa Helen ke sebuah pondok di perkebunan. Lokasinya dekat tapi diseting seolah-olah jauh. Waktu yang diberi pun hanya dua minggu. Walau singkat, di sanalah secercah harapan muncul.

Baca juga: Classic Again (2020): Romansa Dua Generasi

Mendobrak stereotipe disabilitas

Ketulusan merubah segalanya” adalah pesan tersirat saat menonton filmnya.

Dikabarkan bahwa Helen telah berlatih berbicara menggunakan metode tadoma. Anak yang dianggap tak akan bisa belajar apapun itu menjadi penulis, dosen, dan politikus ternama. Pembela hak-hak disabilitas.

Helen jadi lulusan Radcliffe College dan mendapat gelar kehormatan dari Presiden. Ia adalah wanita berpendidikan yang telah menginspirasi banyak orang.

Anne Sullivan lah tokoh dibaliknya. Dikabarkan ia terus menjadi guru Helen seumur hidup. Tanpa pamrih mendampingi dan menyokong keterbatasannya.

Film ini telah membuka pandangan kita bahwa keterbatasan ada bukan jadi penghalang. Ia bisa didobrak dengan kesungguhan dan cinta.

Baca juga: Alice in Borderland (2020) dan Semua Hal Tentang Bertahan Hidup

Sinematografi yang apik

Sinematografi The Miracle Worker ditunjang oleh latar. Lokasi pedesaan dan perkembunan tembakau mendukung nuansa abad 18. Kostum, rumah, dan atribut lainnya sukses menggambarkan keluarga Helen yang elite dan terpandang.

Plotnya dikemas tidak bertele-tele juga tergesa-gesa. Inti ceritanya tersampaikan dengan baik. Penata musiknya pun tidak mengecewakan. Menghadirkan melodi yang memicu kesedihan dan haru di waktu yang sama. Selaras dengan setiap adegan film.

Akting para pemeran juga patut diapresiasi. Tiap bidikan kamera sukses menangkap emosi karakter pemain. Semua dialog mengalir begitu natural.

Kolaborasi Hallie Kate Eisenberg dan Alison Elliott juga berhasil mengaduk-aduk emosi. Sedih, haru, dan gregetan. Perasaan itu pecah saat mendekati akhir cerita. Helen akhirnya tahu bahwa setiap benda punya nama.

Baca juga: Menonton Confession (2010) dan Terkecoh Berkali-kali

Bagaimanapun film The Miracle Worker telah mengajarkan saya bahwa hal-hal terbaik di dunia bisa dirasakan tanpa dilihat. Seperti kata Helen Keller “Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau disentuh. Semuanya harus dirasakan dengan hati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here