Ulasan

Martin Eden (2019) dalam Perang Hasrat Individu Melawan Mimpi Kolektif

Peringatan. Tulisan ini mengandung spoiler. Tidak disarankan untuk Anda yang belum menonton filmnya. Bercerita lewat warna dari kamera 16mm Martin Eden diadaptasi dari sebuah novel tahun...

12 Angry Men (1957): Jangan Terburu-buru Karena Prasangka

12 Angry Men adalah film klasik yang tidak akan redup sepanjang masa. Di balik kesederhanaan produksinya, film ini memiliki paket lengkap untuk dianggap sebagai masterpiece. Tak ayal, Rotten Tomatoes saja memberikan film ini rating 100%. Meski dari film 50-an dan tidak menggunakan format warna seperti kebanyakan film saat ini, 12 Angry Men tetap menarik untuk disaksikan dan akan memberikanmu banyak pelajaran yang berharga.

Melihat Disney yang Berbeda di Mulan Live Action Movie (2020)

Era para putri yang tak berdaya tanpa pangeran atau laki-laki telah berakhir. Itu jadi poin interest saya ke film ini. Oh iya, Mulan bukan putri sih. Dia perempuan biasa, dari keluarga biasa. Itu satu lagi, perbedaan Mulan dengan karakter 'putri' Disney yang lain.

Menyaksikan Accepted (2006), Menyingkap Borok Sistem Pendidikan Kita

Accepted adalah film tentang South Hormon Institute of Technology (SHIT) yang dibuat oleh Bartbely Gaines (Justin Long) dan teman-temannya. Ini adalah kampus palsu untuk menipu orangtua mereka yang penuntut. Mereka bahkan membuatkannya situs palsu agar lebih meyakinkan.

Apakah Peninsula (2020) Semenarik Train to Busan (2016)?

Plot Peninsula berfokus pada orang-orang yang selamat setelah empat tahun kejadian Train to Busan. Beberapa adegan juga memperlihatkan jika manusia bisa hidup berdampingan dengan zombie. Jumlah zombie yang dihadirkan pun lebih banyak dari film sebelumnya.

Lady Bird (2017): Terbang Tinggi Menuju Pendewasaan Diri

Lady Bird adalah kisah remaja menuju usia dewasa yang menghibur, menyentuh, dan terasa dekat dengan kehidupan kita. Bak mencicipi cokelat hangat di musim hujan, film ini akan membuat hatimu hangat dan membawamu ke perasaan nostalgia.

Tully (2018): Perjuangan Ibu dengan Gangguan Mental

Tully diproduksi oleh Bron Studios, Right Way Productions, dan Denver and Delillah Productions. Dengan durasi 94 menit, film ini akan membuatmu sadar bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang kompleks dan tidaklah mudah.

Someone Great (2019): Patah Hati dan Menjadi Dewasa

Someone Great adalah film yang ditulis dan disutradarai oleh Jennifer Kaytin Robinson. Film bergenre komedi romantis ini rilis pada tahun 2019 dan telah tayang di Netflix. Berkisah tentang cinta dan persahabatan dari tokoh Jenny (Gina Rodriguez), Erin (DeWanda Wise), dan Blair (Brittany Snow). Mengambil premis utama tentang putus cinta, film ini akan membuatmu sangat merindukan sang mantan kekasih.

The Lobster (2015): Menggugat Standar dan Citra Khas Romansa

Lobster di film The Lobster besutan Yorgos Lanthimos adalah konsekuensi absurd hidup menjomblo. Berwujud pertanyaan. “Ingin jadi hewan apa kamu nantinya jika tidak berhasil mendapat pasangan?”.

The Call (2013): Berdaya setelah Trauma

Fokus utama The Call adalah interaksi antara karakter Jordan Turner dan Casey Welson melalui saluran telepon untuk menyelamatkan diri dari penculikan pria misterius.

Girl from Nowhere (2018): Karena Sesama Perempuan Harus Saling Bantu

Girl From Nowhere mungkin suram. Tapi begitulah kenyataan yang dialami oleh banyak perempuan.

Time to Hunt (2020) dan Wajah Distopia Korea

Jika kalian mencari film Korea Selatan dengan visual yang lebih segar dari garapan Korea kebanyakan, Time to Hunt ini bisa menjadi pilihan.

TERATAS